gallery/Congregation_of_the_Most_Holy_Redeemer

Redemptoris Indonesia

kongregasi sang penebus mahakudus - congregatio sanctissimi redemptoris

Karya Pastoral

Paroki

 

QUASI PAROKI SANTO PAULUS - KARUNI

PENGANTAR

Salam damai,

 

Paper singkat ini berjudul “ Pemandangan Umum Quasi Paroki Santo Paulus, Karuni”. Sesuai dengan judul tersebut, tulisan ini berisi gambaran umum secara garis besar keadaan Gereja Quasi Paroki Santo Paulus, Karuni. Gambaran ini merupakan potret keadaan quasi saat ini, yaitu sampai bulan Desember 2018. Sebagai sebuah gambaran umum, memang banyak hal yang tidak tercatat dalam tulisan ini. Akan tetapi, dalam tulisan ini sudah memuat hal-hal utama yang dapat dijadikan potret menyeluruh keadaan quasi ini.

 

Tulisan ini dibuat dengan tujuan sebagai bahan acuan untuk Pastor Paroki Santo Arnoldus Yansen, Tambolaka dalam mengevaluasi keadaan quasi paroki karuni yang merupakan tanggung jawab reksa pastoralnya. Tulisan ini kiranya dapat menjadi pertimbangan untuk permohonan perubahan quasi paroki karuni menjadi sebuah Paroki sepenuhnya. Untuk itu, sepenuhnya kami serahkan pada keputusan pastor beserta dewannya di Paroki Tambolaka sebagai induk dari quasi paroki karuni.

 

Sejalan dengan hal tersebut tentunya besar harapan kami, umat di quasi paroki karuni, bahwa quasi ini dapat berubah menjadi paroki sepenuhnya. Oleh karenanya, kami mohon kepada pastor beserta dewan di paroki Tambolaka untuk membuat permohonan kepada Bapak Uskup Weetebula guna perubahan tersebut.

Demikian pengantar singkat kami. Atas perhatian dan kerjasama yang baik dari pastor dan dewan di Paroki Santo Arnoldus Yansen, Tambolaka kami mengucapkan terima kasih yang setulusnya. Semoga kemauan baik kita bersama ini diberkati oleh Allah yang Mahakuasa.

Syalom.

 

Karuni, 21 Januari 2019

Pastor Quasi Paroki

 

 

PENDAHULUAN

 

Quasi Paroki Santo Paulus, Karuni secara resmi berdiri pada tanggal 29 Juni 2012. Wilayah reksa pastoral quasi ini mencakup 16 stasi yang sebelumnya merupakan wilayah reksa pastoral Paroki Santo Arnoldus Yansen, Tambolaka sebagai paroki induk. Dalam perkembangan selanjutnya, stasi-stasi di quasi ini bertambah menjadi 18 stasi sampai tahun 2019 ini. Pemekaran ini tentunya bertujuan agar pelayanan pastoral semakin intensif dan semakin mendekatkan Gereja kepada umat.

 

DAYA UPAYA KEMANDIRIAN

 

Sebagai quasi, dimaksudkan agar berupaya untuk dapat menjadi sebuah paroki yang mandiri, sejalan dengan visi-misi keuskupan. Demikian pun, quasi Karuni sejak diresmikan mulai merintis upaya-upaya kemandirian. Seperti yang terdapat dalam Visi Keuskupan berkaitan dengan kemandirian yang meliputi: kemandirian dalam hal Iman, Tenaga Pastoral dan Keuangan, demikian yang diupayakan oleh quasi Karuni.

Kesadaran akan tanggung jawab sebagai umat beriman atas kehidupan menggereja semakin kuat tumbuh dalam diri umat. Kesadaran inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merintis kemandirian Gereja di quasi ini.

 

1. Mandiri dalam hal administrasi.

Sejak bulan April 2012, quasi telah memiliki Buku Baptis sendiri dan secara perlahan pula semua buku-buku pencatatan sakramen telah dicatat sendiri di quasi serta urusan administrasi telah mulai lepas dari paroki induk. Quasi telah memiliki sekretariat sendiri dengan satu orang tenaga sekretaris yang bekerja secara penuh di kantor quasi paroki. Hal ini bertujuan agar urusan dan pelayanan administrasi semakin baik.

 

2. Mandiri dalam hal keuangan.

Tercatat, sejak tahun 2014, quasi paroki Karuni sudah dapat melepaskan diri dari subsidi paroki induk berkaitan dengan keuangan. Mulai tahun 2014, biaya-biaya pastoral paroki telah dapat dipenuhi secara mandiri oleh umat di quasi. Upaya untuk mandiri dalam hal keuangan diusahakan dengan mencari dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada. Sumber keuangan ini diperoleh melalui: kolekte, iuran keluarga, iuran rumah tangga pastoran, sumbangan/derma dan usaha profit quasi paroki yang halal. Ada kenaikan pendapatan yang cukup berarti dalam setiap tahunnya di quasi ini. Tentunya ini menjadi potensi yang sangat menjanjikan bagi perkembangan quasi ini.

 

3. Mandiri dalam hal tenaga pastoral.

Sejak diresmikan sebagai quasi, wilayah reksa pastoral quasi paroki Karuni dipercayakan kepada Konggregasi Redemptoris (CSsR) Propinsi Indonesia oleh Bapak Uskup keuskupan Weetebula.

Sejak awal peresmian, Kongregasi CSsR menempatkan seorang tenaga imam untuk melayani quasi ini. Selanjutnya, ada tambahan pelayan pastoral dari kongregasi untuk melayani quasi ini. Pada saat ini, ada dua (2) imam CSsR yang melayani reksa pastoral di quasi paroki Karuni. Dengan adanya pelayan pastoral yang menetap di quasi ini maka pelayanan sakramen-sakramen dan pelayanan yang lain-lain dapat dilayani sendiri tanpa bergantung lagi dari paroki induk. Selain imam yang menetap di quasi ini, pelayanan sakramen juga dibantu oleh komunitas imam yang ada di dekat wilayah quasi, antara lain: imam-imam CSsR, imam-imam SDB dan imam-imam Projo (diosesan).

Selain tenaga imam, pelayan-pelayan pastoral awam pun cukup memadai di quasi ini. Selalu ada umat beriman yang rela bersedia menjadi pelayan-pelayan pastoral, baik sebagai pembina umat di stasi maupun sebagai katekis-katekis dan juga tugas-tugas pelayanan gerejani yang lain. Ketersediaan pelayan-pelayan pastoral awam cukup memadai di quasi ini mengingat sumber daya manusia di wilayah ini cukup bagus.

 

4. Mandiri dalam hal Iman.

Perkembangan iman umat di quasi ini kiranya dapat dilihat dari kehidupan menggereja umat. Hal ini, antara lain, meliputi:

 

Misa hari minggu dan hari raya.

Dari apa yang tampak, ada kecenderungan peningkatan jumlah umat yang berekaristi pada hari minggu dan dari raya dari waktu ke waktu. Khusus untuk gereja di pusat quasi, rasa-rasanya gedung gereja sudah mulai tidak mencukupi untuk menampung umat yang datang. Akhir-akhir ini, selalu ada sejumlah umat yang berdiri selama misa karena gereja dan tempat duduk sudah tidak mencukupi. Gejala yang sama juga tampak di beberapa stasi. Di beberapa stasi, jumlah umat yang hadir pada perayaan ibadat atau misa semakin banyak. Saat ini, ada 2 stasi yang mulai membangun gereja baru karena, selain masih darurat, juga daya tampung gereja sudah tidak mencukupi. Rupanya, pastoral kunjungan yang mulai digalakkan, membawa dampak positif pada perkembangan iman umat.

 

Misa basis dan Katekese serta Kunjungan Pelayan Pastoral.

Selain misa hari minggu dan hari raya, juga ada misa basis yang terjadual. Tingkat kehadiran umat dalam misa basis memang belum terlalu banyak. Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa misa cukup sekali dalam seminggu. Untuk ini, terus disampaikan ajakan dan pemahaman tentang ekaristi dan ajakan serta pemahaman tentang hidup dalam Komunitas Basis Gerejani melalui katekese-katekese dan kunjungan berkala para pelayan pastoral.

 

Kelompok Kategorial.

Ada beberapa kelompok kategorial yang cukup dinamis di quasi ini, antara lain: OMK, Sekami/Temu Minggu, Mesdinar, PD Karismatik dan Lektor-Pemazmur. Kelompok-kelompok ini secara berkala mengadakan pembinaan-pembinaan iman melalui beberapa kegiatan, seperti: misa kelompok, rekoleksi, kursus-kursus di Puspas atau pun pelatihan-pelatihan di quasi sendiri. Keberadaan kelompok-kelompok ini cukup memberi warna dalam kehidupan menggereja.

Hal-hal dalam hidup menggereja ini cukup memberi gambaran tentang perkembangan iman umat di quasi paroki Karuni yang menggembirakan. Selain itu, perkembangan jumlah umat yang cukup pasti, entah melalui baptisan maupun karena adanya perpindahan umat, memberi gambaran tentang berkembangnya Gereja di quasi ini. Sedikit demi sedikit, tradisi iman katolik sudah mulai dihidupi dan mengungguli tradisi atau kebiasaan-kebiasaan adat setempat. Ada keyakinan kuat, bahwa Gereja Katolik di wilayah ini sudah mulai berakar, tumbuh dan berkembang dengan baik.

 

PENUTUP

Pemandangan umum keadaan Quasi Paroki Santo Paulus, Karuni ini merupakan gambaran nyata semangat umat di quasi ini untuk menghadirkan Gereja Katolik yang sejati. Iman akan Yesus Kristus Penyelamat satu-satunya telah mendorong umat untuk hidup dengan setia dan bertekun dalam Gereja Katolik.

Selain itu, pemandangan umum ini juga menyiratkan kerinduan umat beriman di quasi ini untuk sungguh menjadi bagian dari keluarga besar Allah dalam sebuah Paroki yang definitif. Maka, melalui pemandangan umum ini, kiranya Yang Mulia Bapak Uskup berkenan memenuhi harapan dan kerinduan seluruh umat di Quasi Paroki Santo Paulus, Karuni untuk menjadi Paroki yang sepenuhnya. Untuk itu, seluruh umat beriman di quasi ini menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Yang Mulia Bapak Uskup atas segala perhatiannya. Syukur yang tak berkesudahan bagi Allah yang Mahakuasa.

PAROKI SANTO FRANSISKUS ASISI LAMAHORA

I. SEJARAH SINGKAT

Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, sebelum diresmikan menjadi paroki, merupakan salah satu stasi dari Paroki Santa Maria Baneux Lewoleba, Lembata, Keuskupan Larantuka. 

Sebelum ditetapkan sebagai paroki, para misionaris redemptoris mengadakan Pastoral Misi Umat pada tahun 2008.

Pada tanggal 7 Desember 2008, Paroki St. Fransiskus Asisi diresmikan oleh bapa uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, PR

Pada tanggal yang sama, bapa Uskup mengangkat P. Yosep Manulena CSsR sebagai Pastor Paroki.

Dari awal berdirinya sampai sekarang, penggembalaan umat paroki ini dipercayakan kepada Konggregasi Redemptoris, berturut-turut:

1. P. Yosef Manulena CSsR

    P. Paulus Sani Koten CSsR

2. P. Bartolomeus Otu Kelen CSsR

    P. Mans Watun CSsR

3. P. Paulus Nuho Kelen CSsR

    P. Mateus Tunu CSsR

4. P. Barnabas Bili Ngongo CSsR

    P. Mateus Tunu CSsR

II. JUMLAH UMAT pada 31 Desember 2019 : 3.909 jiwa

    Strukturnya adalah
    - Paroki

    - Lingkungan. Sekarang ini ada 9 lingkungan

    - KBG ( Komunitas Basis Gerejani ). Sekarang ini ada 59 KBG.

III. Dewan Pastoral Paroki

    Karya pastoral paroki ditangan oleh:

    1. Pastor Kepala dan Pastor Rekan

    2. Dewan Harian, 

    3. Ketua Seksi

    4. Ketua Lingkungan

    5. Ketua KBG

    6. Ketua Kelompok Kategorial ( Legio Maria, Santa Ana, Konfreria, Pasukris, OMK, Sekami ).

IV. Misa / Ibadat :

    1. Misa Hari Minggu jam 06.30 dan 08.30

    2. Misa Harian: jam 05.30, kecuali Hari Selasa jam 17.00 Misa Novena Bunda Maria Selalu Menolong dan Jumat Pertama misa jam 17.00

Paroki Homba Karipit

Pelindung:        Sta. Maria Assumpta.

Tahun berdiri     :  1936

Pelayan             :   2 Imam Redemptoris, 1 Imam Projo, 1 Diakon Redemptoris.

Alamat              :  Desa Homba Karipit, kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat DAYA,

                            Prop. NTT, Negara,Indonesia

 

Pastor Kepala   : Ferdinandus Djaga Kota CSsR

Pastor Rekan    : 

   * Christoforus Yosafat Ngasi, pr

   * Yohanes Antonius Suban Koten CSsR

Diakon              : D. Aloysius Keba Hukapati, CSsR

gallery/IMG-20200908-WA0000

Redemptoris Indonesia

BERGABUNGLAH DENGAN REDEMPTORIS INDONESIA

 

Redemptoris Indonesia saat ini tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh panggilan. Yang justru sulit adalah bagaimana merawat dan memelihara panggilan itu melalui proses pendidikan yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Ladang subur tetapi kemampuan memelihara ladang itu yang kurang